Mereka mulai bergerak, menggosok tubuh mereka, menciptakan gesekan yang membakar. Kebutuhan Jafran yang terpendam selama tiga hari jarak fisik kini meledak. Ia memeluk Zumena, mengangkatnya, memposisikannya di atas dirinya. Zumena mencengkeram bahu Jafran, mendorong pinggulnya ke bawah. Dia merasakan kebangkitan Jafran yang keras dan menuntut menyentuh kulitnya, sebuah janji yang tak terhindarkan. "Ahhh ... Ohhh ... Aku butuh ini, Jafran. Aku butuh kamu... untuk menghapus semua ketakutan itu," Zumena merintih, erangannya memecahkan keheningan kamar. Jafran memegang pinggul Zumena, menahan Zumena di tempatnya. Dia tidak bergerak, membiarkan hasrat itu menyiksa mereka. "Kamu tidak takut lagi, Sayang. Lihat aku. Nicholas sudah mati bagimu. Dia tidak bisa melihatmu sekarang. Hanya aku yang

