Malam di Paris membentang di luar jendela suite mewah mereka, dihiasi oleh kedipan Menara Eiffel yang ritmis. Di dalam ruangan, keheningan yang tebal terasa, hanya dipecahkan oleh suara napas Zumena yang sedikit berat. Kelelahan trimester ketiga telah mencapai puncaknya. Setiap gerakan terasa membebani, dan meskipun Jafran telah memanjakannya dengan kenyamanan tertinggi, tubuh Zumena terasa asing—besar, berat, dan sensitif dalam cara yang berbeda. Zumena berbaring di ranjang, diselimuti kimono sutra ringan yang Jafran beli. Ia baru saja kembali dari kamar mandi, dan Jafran sedang menyusun bantal-bantal di bawah lutut dan punggungnya, memastikan Zumena berada dalam posisi paling ergonomis. Ini adalah salah satu rutinitas baru mereka; Jafran selalu mengambil peran sebagai perawat yang cer

