Setelah penampilan publik yang sukses dan penuh sentuhan protektif Jafran, Zumena merasa sangat tenang, tetapi anehnya, ketenangan ini membawa gelombang energi yang baru. Trimester kedua memberinya second wind—kelelahan hilang, mual sirna, dan yang muncul adalah lonjakan libido yang mengejutkan. Ia merasa lebih seksi, lebih utuh, dan lebih berani dari sebelumnya. Perutnya yang membulat menjadi lambang femininitas dan kekuatannya yang mutlak. Malam itu di Puncak, Jafran sedang membaca laporan keuangan di study room yang hening. Zumena, setelah menyelesaikan panggilan video dengan Diana tentang dekorasi pernikahan, memasuki ruangan Jafran tanpa suara. Jafran, yang selalu waspada, merasakan kehadirannya bahkan sebelum Zumena mencapai mejanya. Ia meletakkan tablet dan mendongak, matanya y

