(++) Ruang Rahasia

1117 Kata

Zalikha tak percaya jika ternyata benar ada ruangan lain di balik pintu rahasia itu. Dia pun tersenyum tersipu malu ketika Daylon menurunkannya di sebuah sofa panjang, yang menurutnya bentuknya agak lain. “Ini kursi keramat!” katanya seraya mengerling penuh arti. Zalikha sejenak, namun sejurus kemudian dia tertawa sambil menyembunyikan wajahnya yang merah padam. “Astaga, rupanya kenakalan kalian juga warisan dari Papi!” ujarnya. Daylon tersenyum, dia lalu menunduk mendaratkan ciuman mesra di kening Zalikha. Perempuan itu tersenyum sambil memejamkan mata, meresapi lembutnya bibir Daylon yang melekat di keningnya. Ciuman itu lalu bergeser turun ke puncak hidungnya, Zalikha menggigit bibir ketika merasakan hembusan nafas hangat Daylon menerpa wajahnya. Dia membuka mata, mendapati wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN