Senyum mengembang di wajah Ara, dia pun menghambur memeluk Hugo dengan erat. Pria itu merasa risih dan berusaha mendorongnya menjauh, tapi Ara bersikeras memeluknya. “Sebentar, biarkan anak kita merasakan kehangatan orang tuanya!” ucapnya. Hugo pun tertegun mendengarnya, tangannya yang hendak mendorong Ara pun turun, membiarkan perempuan itu memeluknya untuk beberapa saat. Malam terasa semakin dingin, hujan turun dengan deras disertai petir yang sesekali menyambar. Ara jatuh tertidur di pangkuan Hugo setelah sejak tadi pria itu membiarkannya begitu saja. Perlahan, Hugo mengangkat tubuh istrinya itu dengan hati-hati, membawanya kembali ke tempat tidur. “Hugo …. Ara mengigau, berbisik dalam tidurnya. Hugo menarik selimut dan hanya diam menatapnya. Dia lalu melempar pandangan ke luar

