Daylon dan Zalikha dalam perjalanan pulang menuju ke kediaman Abimana, mereka sudah berganti mobil dengan milik Daylon, sementara camper van mereka diambil oleh anak buah lelaki itu. “Ayah pasti kesal melihat kita!” tukas Zalikha, Daylon terkekeh mendengarnya. “Kalau aku pikir, sih, tidak. Beliau ayah yang bijak, pasti mengerti kenapa aku membawa kamu pergi!” katanya. Zalikha mencebik. “Sekarang sudah jadi menantu kesayangan rupanya!” cibirnya. Mereka tertawa bersamaan dengan riangnya. Ketika itu ponsel Daylon berdering, lelaki itu meminta Zalikha untuk mengambilkannya dari kursi belakang. Zalikha menurut, memutar tubuhnya dan mengulurkan tangan untuk menjangkau benda itu. Namun kemudian sebuah tepukan nakal mendarat di bokongnya, membuat perempuan itu tertawa karenanya. “Dasar m***m

