Alfredo menyambut anak-menantunya itu sambil geleng-geleng kepala. “Ck, ck, ck! Darimana saja kamu membawa Likha pergi, Daylon? Sudah malam begini harusnya dia di rumah!” omelnya. Daylon dan Zalikha hanya saling melempar senyum menghadapinya. “Maaf, tadi aku keasikan jajan, Pi!” jawab Zalikha seraya beralih melingkarkan tangannya di lengan Alfredo dengan manja. Daylon pun hanya tersenyum-senyum saja melihat tingkah istrinya itu, yang sedang menenangkan ayahnya yang terlihat kesal. Alfredo menarik nafas panjang sambil menatap Zalikha dengan cemas. “Bukan apa-apa, Nak, sekarang kan kamu lagi hamil muda, nggak baik kalau kelamaan berada di luar rumah seperti itu apalagi menjelang pergantian hari seperti tadi!” tukasnya, rupanya Alfredo masih peduli pada adat istiadat dan kebiasaan orang

