Zalikha mencium leher Daylon untuk semakin menggoda lelaki itu, tapi … “Huft!” Zalikha sontak melotot seraya sigap membekap mulutnya. Daylon pun kaget jadinya, dia hanya bisa bengong dengan nafas terengah melihat Zalikha berlari terbirit-b***t menuju kamar mandi, dan … BRAK! “Huekkk!” Daylon semakin membelalak jadinya, dia seketika panik dan bergegas menghampiri pintu kamar mandi. Hendak masuk tapi rupanya Zalikha menguncinya dari dalam. “Sayang? Kamu nggak apa-apa? Likha?” panggilnya. Yang terdengar hanya suara air mengalir dari keran dan Zalikha yang muntah habis-habisan. Daylon mondar-mandir di depan pintu sambil berkacak pinggang dengan gelisah, untuk beberapa menit dibuat menunggu dengan cemas sampai akhirnya terdengar suara kunci dibuka. KLEK! Daylon segera memburu ke amba

