Hugo mengerutkan kening, terakhir kali Ara mengaku perutnya sakit adalah kebohongan saja. Tapi kali ini perempuan itu tampak pucat dan menangis. “Kayaknya aku mau lahiran sekarang, deh!” tangisnya terisak-isak. Hugo menggeleng. “Nggak mungkin, Ara, usia kandungan kamu saja baru 6 bulan!” tukasnya agak jengkel. Dia lalu bergegas berpakaian. “Lalu kenapa sakit sekali!” tangis Ara lagi. “Sudah aku bilang nggak usah itu dulu, kamu masih saja!” gerutu Hugo sambil memakai jaketnya, berdecak kesal dalam hati menyesalkan nafsu birahi Ara yang selalu tinggi itu. Ara hanya bisa menangis saja meski diomeli Hugo, dia menurut saja ketika Hugo membawakan baju ganti dan kardigan untuknya. “Cepetan! Nanti aku keburu lahir!” rengek Ara ketika dia selesai berpakaian, tapi Hugo sibuk mencari sesuatu.

