“Maksud kamu apa, sih? Dari tadi kamu juga hanya buat aku kesal saja!” tukas Ara sambil melempar bantal ke arah Hugo. Hugo hanya terkekeh, seolah kemarahan istrinya itu hanyalah tangisan anak kecil saja. “Kalau kamu mau makan, makan duluan saja, ikut sama ibu dan ayah, jangan tunggu aku. Mudah-mudahan hari ini ada kabar baik untuk bisnis kita!” katanya seraya berlalu keluar dari kamar. Ara pun semakin berang karenanya, dia menjerit kesal dan mengumpat Hugo habis-habisan sambil melempar barang-barang yang ada. “Hugo b******k!” teriaknya frustasi. Keributan di kamarnya itu tentu membuat orang rumah kaget mendengarnya, apalagi Sarah. Wanita itu bergegas menuju kamar Ara begitu pelayan memberitahunya. “Anak itu!” geramnya kesal, sementara Aksa tampak berjalan santai mengikutinya dari b

