Roki dan Daylon duduk berdua di ruangan kerja, hanya saja keduanya terlihat lebih santai membahas apa yang barusan terjadi dengan keputusan Alfredo. “Aku tidak habis pikir dengan kelakuan Papi, kamu yakin itu bukan gejala demensia?” tukas Roki. Daylon berdecak. “Apa-apaan! Mana ada itu!” dengusnya. “Lalu kenapa? Apa jangan-jangan kamu yang mempengaruhi Papi untuk melakukan itu?!” tuding Roki. Sontak saja Daylon menggebrak meja dengan wajah marah. “Kalaupun memang itu yang terjadi, aku pastikan kalian tidak akan mendapatkan sepeserpun dari harta Takizaki!” geramnya. Roki mendengus seraya tersenyum masam mendengarnya, tapi memang benar apa yang dikatakan Daylon. Adiknya itu memiliki kuasa dan pengaruh yang kuat meski rumor tidak sedap sempat beredar menyerangnya di luar sana. “Lalu apa

