“Ibu!” serunya tertahan. Ara cepat-cepat menarik Sarah yang hendak masuk ke dapur, membuat wanita itu terbelalak dan terkejut karenanya. “Ara, kamu ngapain, sih!” omel Sarah. Ara menarik Sarah menjauh dari dapur, barulah dia melepaskan tangan ibunya itu. “Ibu juga ngapain? Hobinya ngagetin orang mulu!” balas Ara kesal karena keasikannya yang sedang menonton Daylon terganggu. Sarah menatapnya dengan mata memicing. “Kamu itu kebiasaan mengintip Daylon seperti itu. Bagaimana kalau orang lain yang melihatnya, mereka pasti akan salah paham dan berpikir kamu–” “Ih, Ibu diem!” tukas Ara geram karena ibunya malah mengomel panjang lebar seperti itu. Sarah merapatkan bibirnya, seraya bersedekap tangan menatap lurus pada Ara. “Jelas-jelas kalau kamu itu sudah terpesona pada Daylon!” dengusn

