“Sepertinya aku hanya kecapekan, Mas, atau mungkin karena tubuhku lagi nggak fit saja. Nggak ada yang serius!” kata Zalikha. “Iya tetap saja, nanti dokter yang akan memeriksa kamu. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?!” ujarnya mengutip ucapan Zalikha ketika meminta Aksa melakukan pemeriksaan seluruh di rumah sakit. Zalikha tersenyum geli seraya mengangguk membenarkan. Di luar kamar, Ara berdiri mendengarkan. Pintu kamar yang tidak sepenuhnya tertutup membuat pembicaraan Daylon dan Zalikha terdengar olehnya. “Bikin iri saja!” gerutunya kesal sembari menghentak langkah pergi dari tempat itu. Tapi lagi-lagi dia kemudian bertemu dengan Sarah, ibunya itu memandangnya dengan jengah begitu mereka berpapasan di lorong. “Apa kamu memang sudah terobsesi sama mereka atau hanya sa

