“Terima kasih, mengejutkan sekali menerima ucapan selamat dari orang penting seperti Anda!” ucap Hugo, bersikap sopan karena memang sebelumnya Viktor adalah sosok yang disegani di komunitas mereka. Viktor merangkulnya, memberi syarat agar Hugo ikut bersamanya. Sebentar Hugo pun berpamitan pada teman-temannya yang ada di meja itu, kemudian mengikuti ajakan Viktor. “Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu, tidak usah formal, karena mungkin usiaku juga tidak terlalu jauh denganmu!” kata Viktor seraya tersenyum. Hugo mengangguk, masih belum mengerti dengan sikap Viktor yang tiba-tiba menyapanya seperti tadi. Mereka kemudian duduk di meja bar, Viktor memesan dua gelas minuman untuk mereka. Hugo melihat ke gelas kotak pendek berisi cairan minuman berwarna serupa teh itu. Sebenar

