Hugo kembali ke kamar dengan membawa teko air putih dan dua buah gelas untuk dia dan Ara, istrinya itu pun tampak sudah duduk bersila di lantai sambil menonton televisi, dengan tangan belepotan saus dari pizza itu. “Jangan kebanyakan saus cabenya, Ra!” tegur Hugo seraya menuangkan segelas air untuk Ara. Ara hanya tertawa ceria dengan tangan masih memegang sisa potongan pizza, dia minum sebentar untuk mendorong kunyahannya agar tertelan dengan mudah. “Nggak banyak juga, aku cuma tambahin saos tomat!” sahutnya tertawa riang. Hugo terpaku sejenak, melihat wajah riang Ara yang terlihat cerah. “Mau?” tanya Ara menyodorkan pizza pada Hugo, lelaki itu tersadar dan menggeleng. “Kamu dulu saja, aku masih kenyang makan mie!” tolaknya, merasa tak tega mengganggu kesenangan Ara yang tampaknya s

