“Aku ini suami kamu, aku juga ayah dari anak yang sedang kamu kandung itu. Kenapa aku harus merasa jengah ketika istriku sedang bersusah payah menjalani kehamilan yang aku sebabkan?!” ucapnya sambil menahan senyum. Zalikha tertawa kecil mendengarnya. “Yang kamu sebabkan?” ulangnya sambil mengulum senyum. Daylon mengangkat bahu. “Iya, memang benar begitu ‘kan?” ujarnya. Zalikha tersenyum karenanya. Sejenak mereka menjauh, kembali ke kursi masing-masing begitu pelayan datang membawakan makanan yang dipesan oleh Daylon. Zalikha mengangkat alis melihat semangkuk sup bebek khas Korea yang sudah dipesankan oleh suaminya itu. “Ini sup bebek?” katanya tersenyum. “Kamu tahu itu?” ujar Daylon balik bertanya. Zalikha tersenyum. “Aku dan orang tuaku dulu pernah ke Korea dan menikmati sup bebe

