Keesokan harinya … “Sayang?” Zalikha terusik dari tidurnya, dia membuka mata dan memicing menahan silau dari sinar matahari yang masuk dari kaca jendela. Daylon duduk di sampingnya, tersenyum menatapnya. “Mas,” ucapnya lirih sambil berusaha untuk bangun. Daylon segera membantunya, meletakkan bantal di belakang punggung istrinya itu. “Pelan-pelan,” katanya lembut. Zalikha tersenyum seraya mengucapkan terimakasih. “Masih pusing?” tanya Daylon sambil membelai wajah Zalikha yang terlihat pucat. “Iya, Mas, sedikit!” jawab Zalikha lemas. Daylon menarik nafas dalam-dalam, menatap cemas pada istrinya. “Nanti kita ke Rumah Sakit saja, ya. Kamu lemas begini, Sayang!” kata Daylon. Tapi Zalikha menggeleng. “Nggak usah, Mas, ini karena aku baru demam, ‘kan. Nanti juga nggak, kalau sudah mak

