“Ohhh, Hugo ….” Ara mengerang nikmat merasakan penetrasi dari bawah sana, tangan Hugo terus menyentuh dadanya dan meremasnya dengan lembut, semakin menambah kenikmatan yang mendera tubuhnya. Hugo pun mengerang, dia sudah hampir mencapai puncak. Bercinta dengan gaya seperti ini rupanya lebih nikmat dan cepat membuatnya naik. “Ara …,“ erangnya sambil terus menghentakkan pinggulnya, menembakkan cairan putihnya di dalam tubuh Ara. Ara mendesah keras, dia juga baru saja mendapatkan pelepasannya. Akhirnya mereka pun sama-sama terkulai lemas dengan nafas tersengal. Hugo memeluk tubuh Ara dengan hangat. “Maafkan aku, aku janji nggak akan begitu lagi!” ucapnya sambil mencium punggung Ara. Ara mengangguk, kemarahannya pun sudah mereda seiring dengan rasa nikmat yang perlahan memudar. “Ak

