Zalikha muntah dengan sukses di kamar mandi, wanita itu terbatuk kemudian cepat-cepat menyalakan keran air ketika mendengar Daylon memanggilnya dari luar. “Sayang, kamu baik-baik saja?” panggil Daylon. Zalikha terbatuk sebentar kemudian membasuh mulutnya. “Iya, Mas, nggak apa-apa!” sahutnya, meski perasaannya saat ini tidak karuan dengan rasa pusing dan mual yang kembali melanda. Perutnya terasa bergejolak seolah apa yang dimakannya tadi ingin keluar semua. “Huek!” Daylon yang menunggu di luar pun hanya bisa meringis khawatir mendengarnya. “Apa obatnya tidak manjur, ya?” gumam Daylon lagi, merasa iba dengan keadaan istrinya itu. Sementara itu Hugo dan Ara dibuat terpana melihat keadaan Zalikha. “Mbak Likha lagi hamil, ya, Kakek?” tanya Ara. Alfredo tersenyum kemudian mengangguk.

