(++) Live Your Enemy

1115 Kata

Hugo tersenyum, sebentar dia menyentuh pipi Ara dan mengecup bibirnya. “Ada pepatah yang bilang, love you enemy. Kamu jangan menganggap Likha sebagai musuh, berpihak lah sama dia. Dengan begitu, kakek pun pasti akan memberi perhatian kepada siapa saja orang yang juga menyayangi Likha. Bagaimana?” Ara terdiam mendengarnya, tapi kemudian bibirnya tertarik berlawanan tersenyum kemudian mengangguk. Dia berpikir jika Hugo pun mulai berpihak padanya untuk melawan Zalikha demi mendapatkan warisan. “Kamu pintar sekali, Sayang. Kalau kamu nggak ada, apa jadinya aku. Yang ada aku pasti akan mengacaukan semuanya!” kata Ara sambil memegang wajah Hugo dan menyatukan kening mereka. Hugo tersenyum, dia menarik Ara mendekat padanya kemudian mendekatkan wajahnya, melumat bibir istrinya dengan lembut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN