Zalikha tersenyum, membiarkan Daylon menahan tubuhnya. Tangannya pun kini berada di d**a suaminya itu. “Aku nggak keberatan–HEI!” Zalikha memekik kaget karena dia bahkan belum menyelesaikan kalimatnya. Daylon sudah memanggul tubuh Zalikha bak karung beras di bahu, membuat perempuan itu tertawa geli karenanya selagi Daylon melangkah tanpa beban menuju kamar mereka. “Tentu saja kamu nggak boleh keberatan, Sayang!” ujar Daylon sambil menepuk b****g bulat yang kini berada dekat di samping wajahnya. Zalikha tertawa, dia mengangkat tubuhnya mencoba menoleh aoda Daylon. “Sepertinya berat badanku sedikit bertambah, Uncle–” Zalikha kembali memekik, kali ini tangan Daylon meremas bokongnya dengan gemas. “Apa lagi, sih!” serunya kesal. “Berhenti memanggil aku dengan sebutan itu, Likha, aku i

