67. Menjadi Wanita itu

1349 Kata

Citra berdiri tegak, tubuhnya gemetar bukan karena dingin, tapi oleh amarah dan kekecewaan yang mendidih. Telapak tangannya terasa kebas usai menampar pipi putrinya. Itu adalah kekerasan pertama yang dia lakukan dan pastinya kesalahan yang diperbuat oleh Calista adalah kesalahan fatal. Jika tidak, mana mungkin dia akan melakukan kekerasan itu. "Mengapa kamu menjadi wanita semurah itu, Calista?! Di mana harga dirimu?!" Di hadapannya, Calista terduduk lemas di lantai marmer yang dingin. Pipinya yang sebelah membara, cetakan jari-jari ibunya terasa seperti besi panas menempel di kulitnya. Tapi air mata tidak keluar. Yang ada di matanya justru percikan api kemarahan, bukan pada ibunya, tapi pada dirinya sendiri. Terlalu cepat, bisik hatinya. Semua terbongkar sebelum waktunya. "Mengapa kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN