109. Berubah Sikap

1520 Kata

Ruangan dapur mendadak mencekam dalam keheningan yang berat setelah teriakan Rita menggema. Udara terasa pekat, tersisa hanya dengusan napas yang belum tenang. Dan di ambang pintu, berdiri dua sosok kecil, Sisi dan Juno, mata mereka membelalak, wajah mereka pucat menyimpan ketakutan yang baru saja mereka saksikan. "Ayah." Bima segera menoleh. "Ada apa, Nak? Maaf ... kami bikin kalian kaget." Suaranya berusaha lembut, tapi masih tersisa getaran. Sisi melangkah pelan, lalu merangkul erat pinggang Bima, wajahnya menempel di perutnya. Juno meniru kakaknya, memeluk kaki ayahnya. Pelukan mereka kencang, seolah mencari jangkar di tengah badai yang baru saja melanda. Tidak satu pun dari mereka mendekati Rita yang masih berdiri gemetar di dekat wastafel. Irma mendekati putrinya, tangannya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN