108. Akulah, Wanita Lain Itu

1731 Kata

Irma berdiri di tengah ruang keluarga, tangan terangkat seperti orang yang tak percaya. Matanya bolak-balik memandangi putrinya yang berdiri kaku bersandar pada lemari pajangan, lalu pada cucunya yang meringkuk di sofa, bahunya bergetar oleh isakan yang tak terbendung. "Kenapa, sih, kamu?" Suaranya pecah, campur keheranan dan kepedihan. "Bikin anak sendiri nangis sampai seperti ini? Itu cuma sebuah hadiah, Rita." Rita tidak menoleh. Bahunya naik turun cepat. "Nanti Bunda belikan yang baru. Sekarang juga bisa kita beli," ucapnya, suaranya datar namun sedikit tegang oleh emosi. Tapi Sisi hanya meraung lebih keras, wajahnya yang merah dan basah tertanam di baju neneknya. "Nek ... Sisi cuma mau ... yang itu ... yang dari Ayah ... Gak mau yang lain." Irma mendekap cucunya lebih erat, matany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN