86. Kesalahan Bima

1621 Kata

"Abang gak pulang? Sudah mau sore lho." Indri memberanikan diri mendekati Bima yang masih membungkuk di dekat mesin mobil, suaranya kecil di tengah gemuruh bengkel yang mulai sepi. Bima tidak langsung menoleh. Tangannya yang memegang kunci pas masih bergerak. "Kamu pulang sana. Sudah sore, ibu pasti khawatir," ujarnya, suaranya parau. Baru kemudian dia berdiri, menyeka telapak tangannya yang kotor di celana kerja, lalu merogoh saku. Dia mengeluarkan beberapa lembar uang, dilipat rapat, dan menyodorkannya ke arah Indri. "Kasih ke ibu buat belanja," perintahnya singkat. Indri menerima uang itu, jari-jarinya merasakan tekstur kertas yang agak lembap oleh keringat. Tiga ratus ribu. "Jangan buat foya-foya," Bima menambahkan, baru kali itu menatap adiknya, sorot matanya lelah namun masih meman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN