Calista dan Ardha menempati sebuah meja kecil yang agak terpisah, sebuah pulau kemewahan di tengah lautan kesederhanaan. Danu duduk di kursi sebelah Ardha, hadir atas permintaan sang bos yang bersikeras agar asistennya turut serta, bukan hanya sebagai pengawal tetapi juga sebagai penanda status. Tatapan-tatapan penasaran, campur kagum dan heran, sesekali melayang ke arah mereka, siapa tamu penting ini? Ardha dan Danu berbincang tentang pelaksanaan acara dengan suara rendah. Calista duduk tegak, ponselnya dipegang tapi tidak benar-benar dilihat. Telinganya menangkap percakapan, bibirnya sesekali membentuk kata singkat sebagai tanggapan. Tidak lama kemudian Bima mendatangi meja mereka dengan Rita dan dua anaknya. "Pak Ardha," ucap Bima, suaranya terdengar sedikit kaku di keramaian, "izin

