63. Stres Setelah Lima Hari

1318 Kata

Ruang kerja Calista di butik tampak sunyi. Sore hari, cahaya redup masuk dari jendela. Meja kerjanya biasanya rapi, kini berantakan oleh sketsa yang disobek-sobek, sampel kain berserakan, dan beberapa cangkir kopi kosong. Calista duduk membelakangi pintu, menatap layar laptopnya tapi matanya kosong. Jari-jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan ritme gugup. Pikirannya berputar pada dua hal, pertama, Bima yang sudah lima hari benar-benar tenggelam dalam persiapan bengkel baru, hanya komunikasi singkat via pesan yang sama sekali tidak membuatnya puas. Kedua, dan ini yang lebih menggerogoti, pengakuan Kakek Ardha bahwa selama ini tahu tentang status Bima yang sebenarnya, tapi memilih diam dan mengamati. Rasa dikhianati oleh orang yang paling dia percaya bercampur dengan rasa bersalah yang sema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN