157. Kehilangan

1921 Kata

"Sudah ditetapkan kapan tanggal lahirannya, Ly!" tanya Sisca saat Calista berkunjung ke rumah ibunya. "Tiga Minggu lagi, Ma." Citra manggut-manggut. "Kamu gak ada niatan pindah ke sebelah rumah itu?" Dia menunjuk ke arah rumah sebelah yang kosong. "Mama mau kita tetanggaan?" "Kenapa tidak? Supaya kita dekat. Apalagi kamu juga bakal punya bayi, jadi kalau ada apa-apa Mama bisa langsung ke sebelah." Calista tertawa, sembari mengusap perutnya. "Kakek sudah berikan kami rumah, dan belum ditempati karena aku masih nyaman di apartemen." "Mama sudah katakan padamu, kan, kalau anak-anak lebih cocok tinggal di rumah bukan di apartemen. Apalagi kalau ada taman belakang untuk mereka main, itu lebih bagus, Ly. Tapi, mama tidak akan memaksa, terserah kamu saja selama itu bikin kamu nyaman." "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN