43. Pengakuan

1314 Kata

Juno berlari masuk ke dalam rumah, wajahnya berseri. Rita buru-buru mengusap pipinya dengan punggung tangan, sementara Bima segera duduk tegak, memasang senyum yang agak kaku. "Nenek dan kakak mana, Nak?" tanya Bima, suaranya berusaha ringan. "Itu, di luar." Tangan kecil Juno menunjuk ke arah pintu. Bima menoleh ke arah pintu. Dina masuk perlahan, tangannya masih menggandeng Sisi. Wajahnya yang biasanya ramah kini terlihat pucat dan kaku, seperti topeng yang dipaksakan. "Dijajanin apa sama Nenek, Kak?" tanya Bima sambil berdiri, berusaha menghidupkan suasana. "Ibu, duduklah." Dia menyentuh lengan ibunya, menuntunnya ke sofa. Dina duduk tanpa sepatah kata. Tangannya terlipat rapat di pangkuan, matanya menatap lurus ke depan, menghindari pandangan siapa pun. Rita dan Bima saling memand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN