Malam itu, sesampainya dirumah, setelah bertemu dengan koleganya di sebuah night club yang membuat Bastian teringat akan sosok Shania dan membuatnya semakin merindukan wanita yang telah menikah itu. Baru saja Bastian menuruni mobil, dan memasuki rumahnya. “Bastian! Darimana saja kau? Mengapa kau membuat kecewa tunanganmu?” Tanya sebuah suara di kegelapan malam membuat Bastian menghentikan langkahnya. Dan Bastian menyadari dengan jelas bahwa itu adalah suara sang ibunda. ”Mama…kenapa gak idupin lampu aja, sih? Hampir aja Bastian pingsan karena menganggap ada hantu di rumah ini…” ucap Bastian mendekat ke arah sang ibu. dan menyalam tangan wanita paruh baya itu. ”Kau abis minum-minuman keras, Bas? Kau gila apa? Nekat sekali kau minum alkohol? Bukankah dokter sudah melarangmu?” Tanya sang

