Siang itu, Shania menemani Dominic bermain di Mall. Biasanya, dia akan di temani Hanan, tapi karena Hanan sedang berada di rumah orang tuannya, maka Hanan hanya bisa menjemput mereka nanti. Dan Shania setuju pergi ke mall naik taxi dan pulang bersama Hanan. ”Ma-ma…kenapa mama tidak menikah dengan teman kantor mama saja? Kalau papa Hanan lama melamar mama?” Tanya sang bocah membuat Shania membesarkan matanya ketika mereka sedang berhenti bermain dan menikmati es krim berdua. ”Kamu, kenapa dari kemarin itu bahas nikah menikah, Dominic? Siapa yang meracuni kamu? Kamu sadar gak kalau permintaan kamu ke papa bikin papa tertekan?” Geram Shania karena merasa kesal. Sang putera telah mengusik ketenangannya. ”Mama marah?” Tanya Dominic lagi. ”Mama enggak marah, Nak…” Shania segera merubah ekspr

