Kamu Harus Menikah

2142 Kata

Shania terjatuh dan duduk di jalanan. “Nona, segera pulang dan pergi menjuah dari jangkauan tuan muda, jika memang anda masih menyayangi nyawa anda. Tuan muda jika sudah murka tidak akan kenal ampun. Jadi, menghilanglah dan jangan pernah muncul lagi di hadapan tuan muda. Lupakan semua yang terjadi malam itu, dan sebaiknya gugurkan kandungan itu jika memang benar-benar hamil. Keluarga besar tuan muda tidak akan melepaskan nona begitu saja, jika mengetahui nona mengandung benih tuan muda. Apalagi nyonya Wilona. Sebaiknya anda tidak main-main dengan nyawa…” nasehat Raga lalu dia meninggalkan Shania yang masih duduk termenung menatap kosong ke arah jalanan. Suara petir yang saling bersahutan membuatnya tersadar akan sesuatu. “Astagfirullah, kenapa aku disini?” Gumamnya lalu dia merogoh saku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN