Papa?

1722 Kata

Empat Tahun Kemudian… ”Mas Hanan, kamu ini jangan manjain Dominic mulu deh, nakal tar dia…” geram Shania yang melihat sang putera baru membuka mainan baru di tangannya. “Lagian mainan Dom juga udah banyak banget. Lama-lama apartement ini penuh sama mainan anak-anak…” gerutu Shania yang baru saja kembali dari bekerja. Shania terlihat menaruh tas ke atas meja dan mendekat ke arah sang putera yang terlihat sedang fokus membuka mainan yang baru di bawa oleh Hanan. ”Dom. Kenapa kamu malah lebih asyik bermain dan gak nyambut mama?” Shania berkacak pinggang menatap sang putera. ”Mama udah pulang? Yeayy! Mama….” Sahut sang putera bertepuk tangan. Lalu menatap ke arah pria di hadapannya. “Papa….tolong temani mama dulu, mama itu pasti bakalan bawel dan protes apa yang Dom punya. Mungkin mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN