"Mau ke mana, Kak?" tanyanya. "Aku harus antar Abby." Damian tidak berhenti, tangannya masih menggenggam pergelangan Abby. "Pak." Suara petugas dari belakang meja, tegas, profesional. "Bagaimana jika pelaku menelepon dan Anda tidak ada di tempat?" Damian berhenti. Tangannya masih menggenggam Abby, tapi tubuhnya membeku. Ia menoleh ke arah petugas itu, lalu ke Abby, lalu ke peralatan yang sudah tertata rapi di meja. "Istri saya harus menemui tantenya." Suaranya pelan, tapi jelas. "Kakak dari terduga pelaku." Petugas itu mengangguk, lalu menunjuk ke arah bawahannya yang berdiri di dekat pintu. "Biarkan dia yang temani istri Bapak. Anda harus tetap di sini." "Kalau begitu aku yang temani Abby, Kak." Dylan melangkah maju, tangannya menyentuh pundak Damian. "Kamu tetap di sini. Jaga-jaga

