Bukan Salahmu-1

710 Kata

Ruangan sempit itu semakin pengap. Udara yang tidak segar, lampu neon yang berkedip-kedip, dan tiga perempuan yang saling menatap dengan beban masing-masing. Abby masih berdiri di tengah, matanya tidak lepas dari Desi yang terbaring lemah di kasur lipat, tubuh kurus, wajah pucat, rambut kusut tak terurus. "Apa yang terjadi pada Tante?" tanya Abby, suaranya berubah. Tidak lagi tajam. Ia mengingat ucapan omnya waktu itu, tentang Desi yang mencoba mengakhiri hidup. "Apa Tante benar-benar ingin bunuh diri?" Yulinar menarik kursi plastik, duduk dengan tangan terlipat di d**a. "Dia nenggak racun, biar apa?" Suaranya datar, tapi ada nada kesal. "Biar si Irwan itu mau berubah, nggak judi terus." Ia menunjuk ke arah Desi dengan dagu. "Dia bawa istrinya ke rumah sakit. Setelah berhasil diselamatka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN