105. Flashback 2-1

728 Kata

"Pulang?" Desi menatap suaminya dari atas ranjang rumah sakit. Wajahnya masih pucat, tangan yang terpasang infus bergerak lemah. "Tapi aku belum sembuh benar, Pa." Irwan sudah berdiri di dekat pintu, helm di tangan, jaket jaket belum dikenakan. "Sebaiknya Mama di tempat Kak Yuli dulu. Sementara." Desi mengerutkan kening. "Kenapa harus ke sana?" Suaranya pelan, lelah. Sudah dua hari ia dirawat karena nekat menenggak racun serangga, keputusasaan seorang istri yang muak dengan sikap suaminya yang lebih memilih judi daripada keluarganya. "Aku nggak mau nyusahin Kak Yuli, Pa. Kamu kan tau kakakmu itu kayak apa." Ia menarik napas, d**a yang masih sakit karena efek racun terasa perih. "Dia juga masih marah sama kita. Soal uang kemarin." Irwan berdecak. Tangannya menyisir rambut, frustrasi. "Su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN