105. Flashback 2-2

847 Kata

Mobil keluarga sewaan itu berwarna putih kusam. Jok belakang robek di beberapa tempat, AC tidak terlalu dingin. Irwan duduk di kursi depan, Damar di belakang, matanya mengintip dari balik kaca film yang mengelupas. Mereka parkir agak jauh dari sekolah, di pinggir jalan yang rindang pohon. Tidak mencurigakan. Dari balik kaca, Irwan bisa melihat Abby yang duduk di bangku taman seorang diri. Ponsel di tangan, sesekali menekan layar, sesekali menatap ke arah kelas Suri. "Kirim sekarang, Di." Suara Damar dalam panggilan telepon, pelan, tegas. "Siap!" Jawaban Hardi dari seberang, cepat. Bersamaan dengan itu, bel berbunyi. Anak-anak keluar dari kelas, berhamburan ke taman bermain. Seragam merah muda. Tawa mereka pecah di udara. Irwan menunjuk ke arah ayunan. "Itu yang di kuncir dua." Bisikny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN