106. Diawasi-2

917 Kata

Abby menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca. "Tidak bisa, Dam." Suaranya bergetar. "Dia omku. Dia melakukan kejahatan pada Suri. Pada anakmu." Air matanya jatuh. "Bisa saja Suri dalam bahaya. Dan dia—" ia menelan ludah, "—dia sama sekali tidak memikirkannya." Damian menangkup wajah Abby, kedua telapak tangannya yang besar membungkus pipi Abby yang basah. "Dengar." Matanya menatap Abby lekat. "Yang penting sekarang, Suri sudah kembali. Dia baik-baik saja." Jempolnya mengusap air mata. "Jangan salahkan dirimu lagi. Oke?" Abby menatapnya, tidak menjawab. Damian tidak menunggu. Ia mendekatkan wajah, mencium bibir Abby. Bukan ciuman lembut, bukan ciuman menenangkan. Ciuman yang penuh hasrat, yang keluar dari emosi yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Frustrasi, marah, lega, takut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN