116. Bahagia tak Terucap-2

744 Kata

"Baik, Pak. Saya akan kabari informasi selanjutnya." Damian menutup panggilan, memasukkan ponsel ke saku. Ia berdiri di tempatnya sebentar, lalu melangkah keluar ruangan. Di ruang keluarga, suasana pagi menjelang siang itu udara cukup hangat. Abby duduk di sofa, Suri di atas karpet, buku gambar terbuka di hadapan mereka, krayon berserakan di lantai. Aidan duduk di sofa, ponsel di tangan, sesekali tertawa kecil. Audrey di kursi sebelahnya, buku novel di pangkuan, matanya bergerak cepat membaca. Damian berjalan mendekat, duduk di samping Abby. "Dad, jadi benar kita akan liburan?" tanya Aidan, matanya berbinar. "Ya." Damian mengusap rambut Suri yang diikat dua. "Lusa." "Kenapa lusa, Dad?" Aidan mencondongkan tubuh. "Kan besok Minggu?" "Lusa ada persidangan." Damian menatap Aidan sebent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN