Dylan masih terdiam di tempatnya berdiri. Angin malam berhembus, membawa debu dan bau makanan dari warung di ujung gang. Lampu jalan yang redup membuat bayangannya memanjang di dinding kontrakan yang kusam. Gadis di depannya, Bella, menatapnya dengan mata waspada, menunggu. "Halo?" Bella memecah keheningan. "Anda ini ... orang suruhan suaminya Abby?" tanyanya, suara ragu. Dylan tersadar dari lamunannya. Matanya berkedip, lalu fokus pada wajah Bella. "Ya," jawabnya pendek. Bella menelan ludah. Tangannya yang semula memegang gagang pintu, kini meremas erat. "Ada perlu apa?" "Mengapa kamu datang ke rumah mencari Abby?" Suara Dylan tegas, sedikit marah. "Bukankah di pesan itu sudah jelas? Jangan mencari Abby." Bella menunduk. Jemarinya gemetar. "I-itu ... maaf." Suaranya lirih. "Aku hanya

