“Benarkah kamu tadi mengajak istri saya ke tempat ini?” Arga to the point. Tidak ada gunanya juga berbasa-basi. Setelah mengatakan itu, Arga mulai memutar tubuhnya menghadap Reno. “Kamu menyukai istri saya?” lanjutnya. “Sebelumnya maaf, Pak. Saya harus mengatakan iya.” Menyangkalnya bukan cara untuk menyelesaikan masalah. Itu sebabnya Reno jujur. “Bahkan setelah tahu saya adalah suami Stella ... kamu tetap menyukainya?” tanya Arga lagi. “Saya nggak bisa mengendalikan perasaan. Bisa dikatakan saya sudah menyukai Stella sebelum tahu dia adalah istri Anda, Pak.” Reno berbicara se-sopan mungkin. Arga tidak menyangka Reno masih bisa menjawab seperti itu. Ia pikir Reno tidak akan blak-blakan. “Jadi, kamu mau bersaing dengan saya?” “Tadinya iya, tapi sekarang udah nggak lagi. Saya cukup tah

