Saat ini Stella bersama teman-temannya berada di sebuah kamar yang seolah menjadi base camp untuk kumpul-kumpul sambil seru-seruan. Tentu saja bukan kamar Stella, melainkan kamar dua orang staf yang menjadi teman dekat Stella. Semuanya akan bubar dan tidur di kamar masing-masing jika obrolan seru mereka selesai. Selama beberapa saat mereka membahas jumlah kartu nama yang Arga sawerkan. Tentu saja semuanya dapat lebih dari tiga. “Maaf ya teman-teman, aku nggak bisa ngasih tahu semuanya lebih awal,” ucap Stella, membuka pembahasan tentang dirinya. “Ih, kami yang seharusnya minta maaf, Stell. Jangan lupa, se-gencar apa kami jodohin kamu sama Pak Reno.” “Ya ampun, kalau diingat-ingat jadi nggak enak sama kamu dan Pak Arga. Mana waktu itu kami sampai se-niat itu menyusun dinner romantis kam

