Saat mulai meninggalkan kafe dan motornya mulai menjauh dari tempat Silvia berdiri, Dio mendapati ‘pria aneh’ yang tadi mengejar Silvia sedang berdiri di pinggir jalan. Dio hanya mengabaikan saja, toh setiap orang berhak berdiri di situ, bukan? Asal jangan mengganggu yang lain. Dio akhirnya terus mengendarai motornya. Namun semakin menjauh, Dio mulai berpikir ... apa pria aneh itu akan menemui Silvia lagi? Mengingat Silvia masih di sana, bukankah tidak menutup kemungkinan mereka akan bertemu lagi? Kalau sudah begitu, ke mana Silvia akan meminta perlindungan? Tiba-tiba Dio jadi merasa khawatir. Sekalipun Dio belum lama mengenal Silvia, tapi rasanya pria itu tak bisa mengabaikan soal ini begitu saja. Dio berfirasat buruk, takutnya pria aneh ini melakukan sesuatu yang berbahaya terhadap Sil

