Bab 104 - Petir di Siang Bolong

2410 Kata

Mungkin sekitar lima belas menit Silvia dan Dio seperti orang kurang kerjaan yang sembunyi di lorong yang sempit dengan jarak yang sangat dekat satu sama lain. Lima belas menit pula jantung mereka berdetak sangat cepat dan kini keduanya sudah sama-sama keluar dari persembunyian. Ya, Silvia dan Dio kini sudah duduk di kursi yang mereka duduki sebelumnya. “Kamu tahu apa yang konyol? Bisa-bisanya aku mau-mau aja diajak ngumpet,” kesal Silvia yang merasa pegal sudah berdiri dengan konyol selama hampir lima belas menit. Sementara itu, Dio masih memperhatikan sekeliling tempat itu. Ibunya memang sudah tidak ada, mungkin sejak tadi karena faktanya sang ibu bukan hendak ke minimarket. “Kalaupun ada pria aneh bernama Anton yang tadi rese banget, bukankah seharusnya kamu hadapi kayak tadi di depa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN