Kairi hanya bisa menatap saat para pria itu mulai mengeluarkan isi kardus-kardusnya. Hal pertama yang mereka keluarkan adalah pakaian-pakaian lamanya. Kairi merasa dadanya sesak saat melihat kemeja-kemeja murahnya, yang beberapa sudah memudar warnanya dan memiliki jahitan yang lepas, digantung berdampingan di dalam lemari berjalan yang berlapis kayu cendana. Di sana, pakaian Kairi tampak sangat menyedihkan, seperti kain perca di tengah pameran butik kelas atas. Namun, yang lebih mengejutkan adalah ketika para asisten itu mulai menyisihkan beberapa helai pakaiannya ke dalam kantong plastik besar bertuliskan 'Disposal'. "Apa yang kalian lakukan?" Kairi bertanya, suaranya bergetar saat ia melihat jaket favoritnya—jaket yang ia beli dari hasil gaji pertamanya sebagai pelayan kedai—dilemparka

