Hening yang menyelimuti unit apartemen mewah di lantai teratas menara kaca itu terasa begitu pekat, seolah-olah setiap molekul udara di dalamnya telah disaring dari segala bentuk kehidupan yang wajar. Kairi Takemi duduk di tepi tempat tidur berukuran king size yang baru saja menjadi miliknya—atau lebih tepatnya, tempat tidur yang dipinjamkan Lewis kepadanya sebagai bagian dari "fasilitas penelitian". Sprei sutra yang melapisinya terasa dingin dan terlalu licin di bawah jemarinya yang masih gemetar. Di ruang yang begitu luas ini, Kairi merasa dirinya menyusut menjadi titik kecil yang tidak berarti. Segala perabotan mahal dan teknologi canggih yang mengelilinginya seolah-olah sedang menatapnya dengan tatapan asing, menanyakan apa yang dilakukan seorang gadis dari distrik kumuh di tengah kem

