Obsesi yang Mendalam.

1181 Kata

​Kegelapan malam masih menyelimuti cakrawala kota, namun di dalam kamar utama unit penthouse itu, waktu seolah berhenti berputar pada satu titik yang paling primitif. Lewis tidak terlelap. Pria itu bersandar pada kepala tempat tidur yang terbuat dari kayu jati berlapis kulit, membiarkan tubuh bagian atasnya yang atletis terekspos udara dingin AC yang stabil. Di sampingnya, Kairi terlelap dalam posisi meringkuk, sebuah gambaran kerapuhan yang nyata setelah badai hasrat yang baru saja menghancurkan seluruh dinding pertahanannya. Napas gadis itu terdengar halus, sesekali terputus oleh isakan kecil yang tertinggal dalam mimpinya, tanda betapa lelahnya raga dan jiwanya setelah malam penaklukan tersebut. ​Lewis menundukkan pandangannya, menatap hamparan seprai sutra abu-abu gelap yang kini bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN