Malam telah melarut menjadi kegelapan yang pekat saat Lewis Jaydenson Takizaki akhirnya mematikan mesin mobil sedan mewahnya di pinggir jalan yang sempit dan remang. Pikirannya tidak bisa tenang sejak Kairi meninggalkan ruang kerjanya sore tadi dengan kondisi tubuh yang lunglai. Bayangan bagaimana gadis itu bersandar pasrah dalam pelukannya, dengan bibir yang bengkak dan napas yang panas karena demam, terus menghantui setiap detik jam kerjanya yang tersisa. Meskipun setumpuk dokumen administrasi universitas menuntut perhatiannya, fokus Lewis telah terpatri sepenuhnya pada mahasiswi yang baru saja ia tandai sebagai miliknya itu. Setelah menyelesaikan urusan terakhirnya di kampus, Lewis tidak langsung pulang ke kediamannya yang megah. Sebaliknya, ia memutar kemudi menuju distrik tua di deka

