Takdir Hidup

1719 Kata

Sudah 10 hari Arumi menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya sudah membaik sehingga Dokter memberi izin untuk pulang. Awalnya Arumi meminta sang suami mengajaknya pulang ke apartemen. Dia masih takut jika mendapatkan teror kembali. Setelah diberi pengertian oleh Cakra jika keadaan rumahnya sudah aman. Akhirnya, Arumi bersedia pulang ke rumahnya. “Ante ...” “Iya, Sayang.” Rega datang ke kamar Arumi dengan wajah yang sudah mengantuk. Matanya yang bulat kini terlihat sipit. “Antuk,” ucapnya setelah naik ke atas ranjang. Arumi kesulitan saat ingin memeluk Rega karena terhalang perut besarnya. “Kak Rafa bobok sama Uti?” Rega menganggukkan kepala. Tangan mungilnya dia taruh ke atas d**a Tantenya. “Mommy ...” gumamnya pelan dengan mata terpejam. Tangan Arumi mendekap tubuh kecil ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN