Pelukan Adik Ipar

1138 Kata

“Mami, tolong bantuin Rumi.” Ariska berlari saat melihat menantunya kelelahan akibat berjalan terlalu jauh. “Sayang, kenapa jalan kaki? Biasanya ‘kan minta supir buat anterin.” “Rumi pengen jalan-jalan, Mi. Ternyata baru sampai depan rumahnya Mami sudah merasa engap.” “Jelas saja, Sayang. Kamu ini sedang membawa dua janin yang sangat embul. Pasti mudah lelah saat melakukan aktivitas berat. Untung saja suamimu tidak melihatnya. Kalau sampai lihat pasti sudah mencak-mencak.” “Jangan beritahu sama Mas Elang, Mi. Bisa-bisa Rumi nggak di kasih izin buat keluar rumah.” “Iya, tapi kamu harus janji nggak boleh nakal lagi!” “Siap, Mam.” Ariska meminta menantunya untuk beristirahat sejenak. Dia mengambilkan air putih dan camilan agar tenaga Arumi kembali. Hari ini Claudia sudah boleh dijeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN